Cerita TK

Tak terasa, umur anak pertama saya sudah 4 tahun 4 bulan. Kira-kira 2 bulan yang lalu, dia suka bertanya kepada ibunya kapan dia sekolah. Kebetulan di kompleks kami banyak anak-anak 4 tahun lebih tua dari anakku yang setiap hari pergi sekolah. Dia iri melihat teman-temannya pergi ke sekolah dengan riang.

Namun tanggal 11 Juli kemarin, keinginannya untuk sekolah di TK terwujud. Hari itu, ibunya yang langsung mengantar ke lokasi yang berdekatan dengan rumah. Dengan ramah, guru di TK tersebut menyambut siswa-siswi dengan rasa gembira. Mereka dikelompokkan berdasarkan umur. Anak saya masuk di kelompok A ( 5 tahun ke bawah ).

Para siswa diajak untuk berkelompok dengan cara membuat lingkaran yang terdiri dari 8 siswa. Mereka diajari membaca do’a belajar, makan dan sesudah makan ( buah hatiku sudah hapal do’a-do’a tersebut di rumah ). Dalam permainan lingkaran itu terkandung unsur pendidikan yaitu kebersamaan. Disamping permainan melingkar, di sekolahnya juga tersedia papan meluncur dan ayunan.

Efek positif setelah dia duduk di TK, pertama kalau makan tidak disuap lagi oleh ibunya. Saya bertanya : ” kenapa makannya sekarang tidak disuapi lagi ? ” Dia menjawab ” ibu guru bilang kalau makan tidak boleh disuapi dan makanannya harus dihabiskan ” . Yang kedua cepat tidur dan cepat bangun pagi. Sebelum sekolah, bangunnya paling cepat pukul 7.30, namun sekarang paling lambat 6.30.

Anakku ! Raihlah cita-citamu setinggi langit . Tetaplah semangat untuk menuntut ilmu. Do’a ku dan ibumu selalu mengiringimu !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: